Taman Hutan Raya (TAHURA) BANTEN

  • Thursday, 20 Dec 2012 10:23 am | 10213 kunjungan
Taman Hutan Raya (TAHURA) BANTEN

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pengertian Taman Hutan Raya (TAHURA) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.

Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan sejak tahun 2006 telah melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan terbentuknya TAHURA di Provinsi Banten, upaya-upaya tersebut antara lain dengan melakukan kajian terhadap calon-calon lokasi TAHURA, dan dari hasil kajian tersebut Kawasan Hutan Carita sangat cocok untuk dijadikan Taman Hutan Raya (TAHURA) karena memiliki kekhasan ekosistem, baik ekosistem alami atau buatan, ekosistem pantai dan hutan pegunungan, serta memiliki aksesibilitas dalam rangka pengembangan wisata alam berbasis hutan.

Pada tahun 2011 Menteri Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : SK.95/Menhut-II / 2011 tanggal 14 Maret 2011 tentang Pembentukan Tim Terpadu dalam Rangka Penelitian Usulan Perubahan Fungsi Calon Kawasan TAHURA, selanjutnya pada tahun 2012 Menteri Kehutanan mengeluarkan persetujuan prinsip melalui surat  Nomor : S. 133/Menhut-VII/2012, tanggal 7 Maret 2012 yang menerangkan bahwa Kementerian Kehutanan pada prinsipnya dapat menyetujui perubahan fungsi Hutan Produksi Terbatas seluas ± 833 Ha, Hutan Produksi Tetap seluas ± 662 Ha dan Taman Wisata Alam ± 95 Ha menjadi TAHURA seluas ± 1. 590 Ha yang terletak di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Menteri Kehutanan melalui surat keputusannya Nomor : SK.221/Menhut-II/2012 tentang “Perubahan Fungsi antara Fungsi Pokok dari Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas ± 833 (Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga) Hektar, dan Hutan Produksi Tetap seluas  ± 662 (Enam Ratus Enam Puluh Dua) Hektar, serta Perubahan Fungsi dalam Fungsi Pokok dari Taman Wisata Alam (TWA) Carita seluas ± 95 (Sembilan Puluh Lima) Hektar menjadi Taman Hutan Raya seluas ± 1.590 (Seribu Lima Ratus Sembilan Puluh) Hektar yang terletak di Kelompok Hutan Gunung Aseupan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dengan Nama Taman Hutan Raya Banten” yang diterbitkan pada tanggal 4 Mei 2012.  Hal ini menandai telah ditunjuknya kawasan TAHURA di Provinsi Banten seluas ±1.590 Ha yang terletak di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

 

 

Sebagaimana kita ketahui bersama, sebelumnya Provinsi Banten merupakan satu-satunya Provinsi se Wilayah Mitra Praja Utama (MPU) yang belum mempunyai TAHURA, sehingga dengan telah ditunjuknya TAHURA Banten melalui Surat Keputusan Menteri tersebut, Provinsi Banten resmi memiliki TAHURA.

Nama “TAHURA BANTEN” diambil dengan pertimbangan bahwa TAHURA tesebut merupakan milik seluruh masyarakat Banten sehingga diharapkan timbulnya rasa memiliki, menjaga dan ikut serta dalam usaha pengembangannya.

Sesuai dengan peraturan tata ruang, penunjukan TAHURA tersebut menjadikan kawasan lindung di Provinsi Banten bertambah, hal ini dikarenakan adanya perubahan fungsi kawasan hutan dari hutan produksi (kawasan budidaya) menjadi TAHURA (kawasan lindung) seluas ± 1.495 Ha.

Keberadaan TAHURA di Provinsi Banten bermanfaat bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Adapun  langkah-langkah yang akan dijalankan dalam pembangunan TAHURA tersebut diantaranya pembentukan kelembagaan berupa Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TAHURA, menjalin kerjasama dengan para pihak dalam pengelolaan dan pemanfaatan, pembangunan sarana dan prasarana penunjang serta hal-hal lainnya yang dapat menjadikan TAHURA Banten sebagai model percontohan nasional dalam pengelolaan kawasan pelestarian alam.

Pembangunan Tahura sudah dimulai pada Tahun 2011, dimana seluruh kegiatan yang dilaksanakan di Tahun 2011 sudah selesai dilaksanakan dengan baik, dari mulai kegiatan reboisasi dan rehabilitasi hutan dan lahan, begitu juga dengan kegiatan pendukung lainnya. Tentunya dengan keberhasilan kegiatan ini akan dapat diteruskan dengan kegiatan pada tahun-tahun berikutnya. Sehingga pada akhirnya kegiatan pembangunan Tahura dapat benar-benar memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten.

Semoga. Amin.

Statistik Pengunjung

Visit Today 1,070
Total Visit 297,041
Hits Today 1,123
Total Hits 449,187
Who's Online 34

Your IP : 54.198.143.210